Sesungguhnya islam telah memberikan penghargaan dan penghormatan kepada kaum wanita dgn setinggi2nya,ia memberikan kedudukan yg teramat mulia dan luhur,mengangkat mereka dari lembah kehinaan dan sumber keburukan,menyelamatkan mereka dari kekejaman dan perlakuan keji manusia yg biadab.Islam datang dgn membawa rahmat bagi seluruh makhluknya.Apalagì kepada kaum wanita yg merupakan makhluk Alkah yg mulia.Sebagai ibu,Allah mengkhabarkan bahwa syurga itu terletak dibawah telapak kakinya.Sebagai seorang istri mereka harus diperlakukan dgn penuh kelembutan dan kasih sayang,sebagai seorang anak perempuan,mereka harus dididik dgn pendidikan yg benar,diasuh hingga masa menikah.Bahkan seorang ayah yg dapat mengasuh dan mendidik dua orang atau tiga orang anak putrinya dgn sdbaik-baiknya akan mendapatkan jaminan syurga,karena tingginya pahala yg dimiliki oleh seseorang yg dapat mendidik mereka dgn sebaik2nya.Rasulallah saw.bersabda:
"Barang siapa yg diuji dgn anak2 perempuan,lalu ia memperlakukannya dgn baik,maka kelak mereka akan menjadi dinding dari(sengatan)api neraka"
(HR.Muslim)
Allah memberikan kedudukan yg sama antara laki2 dan perempuan dlm hal pahala dan kedudukan mereka di sisi Allah.Allah berfirman:
"Barang siapa yg mengerjakan amal raleh,baik laki2 maupun perempuan dlm keadaae beriman,maka sesungguhnya akan kami berikan kepadanya kehidupan yg baik"
(QS.An-Nahl:97)
Allah juga berfirman:
"Maka tuhan mereka memperkenankan permohonannya(dgn berfirman):"Sesungguhnya Aku tdk akan menyia-nyiakan amalan orang2 yg beramal diantara kamu,baik laki-laki atau perempuan,(karena)sebagian kamu adalah keturunan sebagian yg lain."
(QS.Ali-Imran:195)
Adapun pandangan Bangsa Arab pada masa jahiliyah tentang wanita,mereka menganggap wanita bagaikan barang atau budak.Jika suaminya meninggal maka wali suaminya akan datang dan mengenakan pakaiannya,dengan demikian si wanita tdk dapat menikah kecuali dgn persetujuan oleh wali itu,terkecuali jika ia bisa menebus dirinya dgn harta.
Kekejaman orang2 jahiliyah terhadap kaum wanita,juga tdk membiarkan kaum wanita untk hidup.Jika seorang istri melahirkan anak perempuam,maka sang suami akan langsung mengambilnya,dibuat lubang baginya lalu dikubur hidup2 didalamnya,tanpa mempedulikan jerit tangis sang anak.
itulah sebagaimana yang Allah kisahkan tentang mereka:
"Apabila bayi-bayi perempuan dikubur hidup-hidup ditanya,karena dosa apakah ia dibunuh"
(Q.S.At-Takwir : 8-9)
Karena kebenciannya kepada bayi perempuan,maka seorang ayah akan marah besar bila mendengar yg lahir adalah anak perempuan,wajahnya akan merah padam,dunia menjadi sempit dan pandangannya menjadi gelap.Sehingga hampir2 ia tdk sadar dgn apa yg sedang dihadapannya.Allah menggambarkan tentang keadaan mereka didalam kitabnya:
"Dan apabila salah seorang dari mereka diberi kabar dgn kelahiran anak perempuan,hitam merah padamlah mukanya dan dia sangat marah,ia menyembunyikan dirinya dari orang byk,disebabkan buruknya berita yg di sampaikan kepadanya.Apakah dia akan memeliharanya dgn menanggung kehinaan ataukah menguburkannya kedalam tanah(hidup-hidup)?Ketauhilah,alangkah buruknya apa yg mereka tetapkan itu."
(QS.An-Nahl:58-59)
Perlakuan buruk lainnya adalah mereka memerintahkan kpd budak2 wanita mereka untk melacur agar mereka dapat memetik keuntungan dari pelacuran itu.Lalu Allah menurunkan ayat yg melarang akan hal itu:
"Dan janganlah kamu paksa budak2 wanitamu untk melakukan pelacuran sdang mereka rendiri menginginkan kesucian.karena kamu hendak mencari keuntungan duniawi.Dan barang siapa yg memaksa mereka,maka sesungguhnya Allah maha pengampun lagi maha penyayang (kpd mereka)sesudah mereka dipaksa itu"
(QS.An-Nuur:33)
Demikian kondisi kaum wanita dimasa jahiliyah,keadaan mereka tdk lebih dari makhluk tanpa harga diri,yg kehilangan hak dan kepemilikannya.Lebih dari itu Alquran jg mengirahkan tentang keburukan akhlak para wanita dijaman jahiliyah.Wanita mereka suka bdrdandan dgn pakaian laki2,sering memamerkan auratnya,senang untk melacurkan dirinya dan byk memiliki kebiasaan2 buruk lainnya.Oleh karena itu Allah memerintahkan kpd wanita mukminah agar mereka tdk mengikuti budaya dan tingkah laku jahiliyah.Allah berfirman:
"Dan hendaklah kamu menetap dirumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang2 jahiliyah yg terdahulu."
(QS.Al-Ahzab:33)
Sesungguhnya kedudukan wanita dlm pandangan umat2 terdahulu (sebelum islam)sangatlah rendah dan hina dina.Mereka tdk menganggapnya sebagai manusia yg memiliki hak dan jiwa,yg tdk memiliki kemerdekaan dan kemuliaan.Mereka menganggap wanita adalah sumber segala malapetaka dan bencana dunia.
Dimata orang2 Yunani,wanita sangat dilecehkan dan dihinakan.Mereka menganggap bahwa wanita adalah kotoran dan hasil perbuatan syetan.Bagi mereka,wanita sama rendahnya dgn barang dagangan yg bisa diperjual-belikan dipasar-pasar.Wanita boleh dirampas haknya,tdk perlu mendapatkan warisan dan sama sekali tdk berhak untk menggunakan hartanya sendiri.
Dalam pandangan orang2 Romawi wanita byk mengalami penyiksaan dan selalu disakiti.Terkadang mereka harus menahan panasnya minyak yg dituangkan ketubuh mereka yg sdh diikat disebuah tiang.Mereka jg terkadang diikat pada seekor kuda,lalu dibawanya lari dgn sekencang2nya smpai mati.
Orang-orang yahudi menganggap wanita seperti barang warisan yg dapat diwariskan kepada keluarganya jika sang suami telah meninggal.Mereka mendudukan wanita sebagai pelayan,bahkan sang ayah bisa menjualnya.Wanita tdk bisa mewarisi apapun terkecuali jika sang ayah tdk memiliki anak laki-laki.Orang2 Yahudi umumnya menganggap wanita sebagai laknat dan kutukan lantaran wanitalah yg telah menyesatkan Adam as.
Adapun orang2 Nasrani memiliki persamaan dgn orang2 Yahudi didlm menempatkan kedudukan wanita.Mereka menganggap wanita sbgai pangkal kejahatan dan sumber kesalahan dan dosa.Lebih jahat lagi bahwa orang2 Nasrani menganggap bahwa wanita hanyalah sebagai pemuas nafsu lelaki,tdk lebih dari itu.
Dalam aturan undang2 Hamurabi,wanita dianggap sebagai binatang.Ia tdk memiliki hak untk memiliki sestatu dan tdk pula diperbolehkan untk menggunakan hartanya.
Wanita bagi bangsa india,dlm aturan Manu,bahwa dlm hak apapun wanita hanyalah sebagai pelayan bagi suami dan ayahnya.Wanita tdk memiliki kebebasan untk menggunakan hartanya.
Sedangkan orang2 Persi berpendapat bahwa seseorang boleh saja menikahi ibunya sendiri,saudara perempuan kandung,tante,bibi,keponakannya yg mahram dan wanita2 mahram lainnya.
Sedangkan dlm pandangan orang2 Cina,wanita dianggap sama dgn air penyakit yg membasuh kebahagiaan dan harta.Seorang berkebangsaan Cina berhak untk menjual istrinya sebagaimana ia menjual budak perempuannya.Jika ada seorang wanita Cina yg menjadi janda,maka keluarga mendiang suami berhak atas dirinya.