Showing posts with label Kosmo. Show all posts
Showing posts with label Kosmo. Show all posts
Monday, January 10, 2011
Modus Baru,Penyamaran Dengan Menggunakan Topeng Replika Manusia
Hong Kong--
Seandainya saja Gayus selihai pria
ini, pasti akan lain ceritanya. Seorang
pria Cina berusia 20-an tahun
ditangkap setelah menyelundup
dengan dandanan pria tua dalam
penerbangan menuju Kanada.
Delapan orang kini ditahan terkait
upaya pelarian pemuda ini.
Priamuda itu kemudian mencari
suaka setelah tiba di Vancouver
pada tanggal 29 Oktober. Dia diduga
melakukan perjalanan ke Hong Kong
dengan dokumen perjalanan asli
Cina, kemudian menukar dengan
dukumen palsu dan mengenakan
masker silikon khusus yang
memberi efek tertentu untuk
mengubah penampilannya sebelum
naik penerbangan Air Canada.
Pihak berwenang Kanada percaya
bahwa ia mencopot topeng itu di
toilet pesawat selama penerbangan.
Topeng yang dikenakan produk
SPFXMasks, perusahaan penyedia
topeng yang biasa digunakan
Hollywood. Topeng itu selain
mudah dipakai juga sangat mirip
manusia asli -- membuat orang
kerap terkecoh. Mereka tak
menduga topeng produk mereka
disalahgunakan.
Elly Au Yeung, dari departemen
imigrasi Hong Kong menyatakan
mereka mengamankan lima pria
dan tiga wanita terkait kasus ini.
Termasuk yang diamankan adalah
petugas bandara dan imigrasi.
Sang penyelundup yang namanya
telah dilarang dari publikasi, kini
berada dalam tahanan di Kanada
sambil menunggu konfirmasi
identitas dan keputusan
permintaan suaka politiknya.
Saturday, January 8, 2011
Documen Rahasia Nazi: Anjing Ini Hina Hitler
Ada yang
aneh terjadi di tengah
Perang Dunia II yang
berkecamuk. Saat
Amerika Serikat (AS)
bergabung dalam perang
paska insiden Pearl
Harbor dan Jerman
menginvasi Uni Soviet, di
Berlin, pemerintahan
Nazi Jerman yang
dipimpin Hitler dibuat
pusing dan emosi oleh
seekor anjing.
Dokumen yang baru
dirilis pemerintah
Jerman mengungkapkan,
pemerintahan Hitler
marah karena anjing
'kurang ajar' itu bisa
menirukan salam ala
Nazi. Bakat anjing itu
dianggap mengejek Sang
Fuhrer.
Sebagai upaya balas
dendam, pejabat Nazi
memulai kampanye
melawan si pemilik
anjing. Kementerian
Luar Negeri di Berlin
memerintahkan
perwakilannya di
Finlandia untuk
mengumpulkan bukti
soal anjing bernama
Jackie itu, bahkan
berencana
menghancurkan bisnis
farmasi pemiliknya.
Catatan kaki tentang
Jackie yang sukses
membangkitkan amarah
Hitler sebelumnya luput
dari perhatian para
sejarahwan - sebelum
akhirnya 30 file yang
berisi korespondensi dan
kawat diplomatik
ditemukan.
Penulis, Klaus
Hillenbrand yang
memeriksa file ini
berpendapat, kejadian
ini sangat aneh. Hanya
beberapa bulan sebelum
Nazi melancarkan
serangan ke Uni Soviet,
mereka seperti tidak
punya hal lain untuk
dilakukan, daripada
terobsesi dengan anjing
ini," kata dia, sepert
dimuat Daily Mail, Jumat
7 Januari 2011.
Pemilik Jackie, adalah
Tor Borg, seorang
pengusaha dari
Tempere, Finlandia.
Istrinya, Josefine adalah
warga negara Jerman
yang diketahui anti-Nazi.
Ia menjuluki anjingnya
itu 'Hitler' karena
caranya mengangkat
kakinya mirip tentara
Jerman menghormat
pada Hitler.
Pada 29 Januari 1941,
perwakilan Jerman di
Helsinski, menulis,
seorang saksi yang tidak
mau disebut namanya
melihat dan mendengar
anjing milik Borg
mengangkat kakinya
saat majikannya
meneriakkan 'Hitler'.
Borg yang diinvestigasi
membantah memanggil
anjingnya dengan nama
Hitler, meski mengaku
itu kerap dilakukan
istrinya. Menurut Borg,
itu pun hanya dilakukan
beberapa kali pada 1933,
sesaat setelah Hitler
berkuasa. Pedagang itu
bersikukuh, tidak ada
niat untuk melecehkan
kekaisaran Jerman itu.
Namun, pembelaan Borg
tidak lantas diterima
Jerman. Menteri
Ekonomi Jerman lalu
mengumumkan bahwa
konglomerat perusahaan
kimia Jerman, IG Farben,
yang menyuplai farmasi
ke Borg, menghentikan
kerja samanya.
Meski demikian, tidak
cukupnya bukti
menghalangi perkara ini
masuk pengadilan.
Borg meninggal pada
1959 di usia 60 tahun.
Perusahaan
perdagangan farmasinya
kini menjelma menjadi
Tamro Group, pedagang
besar farmasi di negara
Nordik. Juru bicara
Tamro Group, Margit
Nieminen, mengaku
belum mengetahui kisah
itu.
Friday, January 7, 2011
Menengok Kejayaan Islam di New York
‘’Apa yang
mereka buat, menarik,’’ ujar Marissa
Campis. Gadis cilik berusia 8 tahun
itu mengomentari temuan yang
menjadi favoritnya, kamera
obscura. Di kemudian hari, temuan
itu menjadi cikal bakal bagi
perkembangan fotografi modern.
Marissa mendapati temuan itu
dalam “1,001 Inventions: Discover
the Muslim Heritage in Our World”.
Ini merupakan sebuah pameran
yang menggambarkan penemuan
para cendekiawan Muslim dari abad
ketujuh hingga ke-17, yang digelar
di New York Hall of Science,
Queens, New York. Pameran
tersebut diusung oleh the
Foundation for Science, Technology
and Civilisation (FSTC), sebuah
lembaga nirlaba yang berbasis di
Inggris.
Pameran di New York akan
berlangsung hingga April
mendatang. Dan New York, menjadi
kota pertama untuk mengenalkan
kejayaan Islam di Amerika Serikat
(AS).Selanjutnya, pameran digelar di
California Science Center, Los
Angeles kemudian National
Geographic Museum, Washington
DC pada 2012.
Sebelum merambah ke AS, FSTC
menyelenggarakan pameran di
London, Inggris dan Istanbul Turki.
Gelaran ini telah mampu menarik
sebanyak 800 ribu pengunjung.
Pameran sains ini, juga menarik
minat Marissa Campis beserta
teman sebayanya serta keluarga
dan orang-orang dewasa lainnya.
Sebab, di sana mereka
mendapatkan penjelasan mengenai
bagaimana temuan-temuan saintifik
itu bekerja. Menurut Marium Sattar,
mahasiswa School of Journalism,
Columbia University, dalam
artikelnya yang dikutip Middle East
Online, Rabu (5/1), langkah FSTC ini
bisa menjadi bagian dari kampanye
memupus citra jelek terhadap Islam
dan Muslim.
Sebuah laporan yang dirilis Pew
Research Center pada 2009,
menyatakan, sebanyak 38 persen
warga Amerika menilai Islam
mendorong kekerasan dibandingkan
keyakinan lainnya. Pamerin ini,
menghadirkan fakta sebaliknya.
Muslim mempunyai warisan
budaya dan ilmu pengetahuan yang
sangat kaya.
Pencapaian gemilang dalam ilmu
pengetahuan oleh Muslim yang
digambarkan melalui pameran ini,
tentu membuat pengunjung
tertegun. Sebab, selama ini mereka
mungkin tak pernah tahu soal itu.
Apalagi kemajuan Muslim di abad
pertengahan tak pernah diajarkan di
sekolah-sekolah di Barat.
Saat pengunjung melintasi aula
yang bernuansa ungu dan emas,
mereka mendapati sebuah replika
jam air setinggi 20 kaki yang dibuat
oleh cendekiawan Muslim, Al-Jazari.
Di seberangnya, terlihat modal
mesin terbang yang dirancang pada
abad ke-9 oleh ilmuwan bernama
Abbas bin Firnas.
Banyak pihak yang memandang
bahwa Abbas merupakan orang
pertama yang berpikir secara ilmiah
untuk menemukan cara untuk
terbang. Fitur lain yang
mengagumkan dalam pameran di
New York itu adalah kapal yang
digunakan Laksmana Cheng Ho atau
dikenal pula dengan panggilan
Zheng He dalam pelayaran pada
abad ke-15.
Ukuran kapal sang laksamana
seperti luas lapangan sepak bola.
Meski bertema temuan-temuan
ilmuwan Muslim, pameran ini juga
tak menafikkan penemuan
cendekiawan non-Muslim. Terbukti,
ada display Maimonides, ahli fisika
abad ke-12 dari Kordoba, Spanyol,
yang banyak bekerja sama dengan
para filsuf Muslim.
Subscribe to:
Posts (Atom)