Showing posts with label Teknologi. Show all posts
Showing posts with label Teknologi. Show all posts
Thursday, January 27, 2011
Luar Biasa.Ponsel Android Akan Dikirim Keluar Angkasa
Peneliti asal
University of Surrey,
Inggris, bekerjasama
dengan Surrey Satellite
Technology Ltd, sebuah
perusahaan pembuat
satelit berusaha
mengembangkan satelit
mini yang disebut
STRaND-1 (Surrey
Training Research and
Nanosatellite
Demonstrator). Ini
satelit mini yang
menggunakan komponen
yang umum dipasang di
smartphone.
“Jika smartphone
terbukti bisa bekerja di
luar angkasa, maka akan
terbuka jalan terhadap
hadirnya banyak
teknologi baru, ” kata
Chris Bridges, ketua tim
peneliti STRaND-1,
seperti diktip dari Space,
26 Januari 2011.
Bagi banyak orang atau
perusahaan bergerak di
bidang-bidang yang
terkait angkasa luar,
kata Bridges, teknologi
ini memungkinkan
mereka untuk tetap
berkomunikasi dengan
biaya yang lebih
terjangkau.
Menurut para peneliti,
dengan bobot kurang
dari empat kilogram,
harga komponen-
komponen smartphone
itu kurang dari US$476
atau Rp4,28 juta. Adapun
ongkos pembuatannya
menjadi satelit lebih
murah dari harga sebuah
mobil.
“Seluruh proyek,
termasuk biaya produksi
dan peluncurannya ke
luar angkasa nantinya,
diperkirakan ada di
bawah US$397 ribu atau
Rp3,5 miliar, ” ucap
Bridges.
Tim pengembang
STRaND-1 menyebutkan,
smartphone cocok untuk
teknologi satelit karena
ia mendukung GPS,
kamera video, sensor
dan WiFi. “Ponsel luar
angkasa” itu akan
menggunakan sistem
operasi Android, namun
peneliti tidak
mengungkapkan
komponen milik ponsel
apa yang mereka
gunakan di satelit
STRaND-1.
Dari sisi software,
aplikasi penerbangan
telah diinstalasikan di
telepon itu untuk
memungkinkannya
mengawasi navigasi dan
sistem kontrol, bahkan
dorongan plasma saat ia
dilontarkan ke luar
angkasa.
Meski demikian, ponsel
Android itu masih tetap
perlu dimodifikasi.
Pasalnya, ponsel yang
ada saat ini tidak
didesain untuk dikirim
ke luar angkasa. Peneliti
masih harus banyak
melakukan uji coba
fungsionalitas sampai
ponsel bisa dipakai di
luar angkasa.
Tuesday, January 25, 2011
Proyek Rahasia Inggris: Baju Perang 'Cair'
Sebuah
temuan baru
revolusioner dalam
dunia militer sedang
dikembangkan di Inggris.
Bentuknya, baju perang
antipeluru canggih yang
diharapkan bisa
menyelamatkan jiwa
para serdadu di medang
perang.
Bukan baju perang biasa,
alih-alih dibuat dari
material padat, ini
terbuat dari sejenis
cairan.
Para ilmuwan telah
menciptakan zat sangat
rahasia yang mampu
menyerap kekuatan
tembakan lawan atau
pecahan peluru. Zat ini
akan menebal dan
mengeras saat peluru
menyentuh sasaran.
Para pejabat pertahanan
Inggris meyakini, baju ini
akan lebih ringan,
fleksibel, dan
menawarkan
perlindungan yang lebih
besar untuk prajurit di
medan perang.
"Baju perang cair"
berteknologi tinggi ini
dipamerkan dalam
sebuah konferensi
militer di London,
berdampingan dengan
berbagai gadget ala
James Bond.
Apa bedanya dengan
baju perang biasa?
Para peneliti telah
memasukkan formula
futuristik, cairan yang
bisa menebal, di antara
lembaran Kevlar -- serat
fiber sintetis bahan
rompi antipeluru yang
kekuatannya lima kali
lipat dari baja -- untuk
menghasilkan baju
perang super.
Meski disebut cair,
molekul rahasia yang
dikembangkan ilmuwan
berbentuk mirip custard,
semacam puding, yang
relatif solid dan lebih
tebal dari cairan biasa.
Dengan bahan ini, para
ahli militer mengatakan,
berat baju perang yang
dihasilkan hanya
setengah dari berat
rompi antipeluru biasa,
yang memungkinkan
para prajurit melakukan
manuver lebih bebas.
Saat ini prajurit
mengenakan pelindung
tubuh berat yang
terbuat dari piring
keramik dan lapisan
Kevlar. Selain berat,
baju itu tentu saja tak
nyaman di zona perang
panas seperti
Afghanistan yang bisa
mencapai 50 derajat
Celcius.
Teknologi ini
dikembangkan oleh tim
ilmuwan dan perusahaan
peralatan keamanan
BAe System di Filton,
Bristol.
Para ilmuwan menguji
kedigdayaan material
itu dengan cara
menembakkan peluru
dari pistol kaliber 9
milimeter ke 31 lapis
Kevlar, dibandingkan
dengan 10 lapis Kevlar
yang dikombinasikan
dengan zat super itu.
Hasilnya, saat baju
pelindung cair terkena
proyektil, dampak itu
disebar di wilayah yang
lebih luas. Ini akan
mengurangi
kemungkinan tentara
terluka atau terbunuh
oleh kekuatan tembakan
peluru karena tidak
terkonsentrasi pada satu
wilayah kecil.
Sementara, baju
pelindung tradisional
memiliki efek samping:
menyebabkan memar,
tulang rusuk retak, dan
bahkan kerusakan organ
dalam.
BAE Systems akan
mengembangkan baju
perng canggih ini
sehingga bisa menahan
kekuatan senjata yang
lebih berat, termasuk
senapan serbu AK47
digunakan oleh Taliban.
Perusahaan pembuatnya
yakin tentara bisa
menggunakan rompi
pelindung baru dalam
dua tahun. "Ada cukup
banyak modal dari
Departemen
Pertahanan. Kami harap
ini segera bisa dipakai
serdadu di garis depan,"
kata Nick Haigh, juru
bicara BAe Systems,
seperti dimuat Daily
Mail, 13 Januari 2011.
"Rompi pelindung
tradisional Kevlar sangat
efektif tetapi terlalu
berat dan besar. Jika
kita mampu mengurangi
beban berat bagi
tentara, kerja mereka
akan lebih efektif. "
Sunday, January 16, 2011
2015,Mobil Jepang Pakai Bahan Bakar Hidrogen
Tiga raksasa
produsen mobil asal
Jepang, termasuk
Toyota, Honda, dan
Nissan, bekerja sama
dengan sejumlah
perusahaan energi
ternama di Negeri
Sakura untuk
mendorong produksi
mobil-mobil berbahan
bakar hidrogen yang
ramah lingkungan.
Tak sebatas produksi
mobil, konsorsium
perusahaan yang
menandatangani kerja
sama tersebut juga
berencana untuk
membangun stasiun
pengisian bahan bakar
hidrogen di wilayah
Jepang.
Diketahui sekitar 10
perusahaan energi,
termasuk perusahaan
penyuling gas alam dan
distributor, akan
membangun sekitar 100
stasiun pengisian bahan
bakar pada 2015 di
Tokyo, Nagoya, Osaka,
dan Fukuoka.
Seperti dikutip dari
France24, konsorsium 10
perusahaan itu dalam
pernyataan tertulisnya,
Jumat 14 Januari 2011,
menyebutkan bahwa
ketiga produsen mobil
Jepang akan mulai
memproduksi mobil-
mobil baru yang
dilengkapi dengan Fuel
Cell Vehicles (FCVs)
tahun ini.
Untuk diketahui, FCVs
merupakan teknologi
terobosan untuk
mengkonversi hidrogen
menjadi arus listrik dan
tidak membuat polusi
dalam bentuk apa pun
selain uap air.
"Raksasa produsen mobil
di Jepang akan terus
berupaya mengurangi
biaya pembuatan sistem
untuk memulai FCVs
sebelum nanti
dipasarkan di Jepang,
terutama di empat
wilayah metropolitan
utama, pada tahun
2015," tulis mereka
melalui keterangan yang
sama.
Dengan tujuan
mengurangi jumlah
karbon dioksida (CO2)
secara signifikan, yang
dihasilkan sektor
transportasi, para
produsen dan pemasok
bahan bakar hidrogen
bekerja sama untuk
memperluas sosialisasi
FCVs dan mendorong
pasokan hidrogen ke
seluruh Jepang.
Sayangnya, perusahaan-
perusahaan yang
terlibat masih enggan
membuka mulut seputar
investasi proyek jangka
panjang ini.
Meski kendaraan
berbasis listrik seperti
Nissan Leaf atau Toyota
Prius sempat menjadi
sorotan baru-baru ini,
mobil dengan sel bahan
bakar tetap menjadi
alternatif yang lebih
kuat. Namun, mahalnya
ongkos produksi dan
tidak bisa diperbaruinya
sumber daya alam untuk
bahan bakar menjadi
kendala mendasar.
Toyota merupakan
pelopor pertama di
dunia yang menciptakan
mobil hibrida dengan
mengkombinasikan
sumber daya bensin dan
motor listrik.
Perusahaan tersebut
telah mengutarakan
rencananya untuk
merilis mobil berbahan
bakar hidrogen pada
2015.
Sementara Honda, di
tahun 2008, mulai
memasarkan sekitar 200
unit FCX Clarity, mobil
berbasis yang disewakan
pada pelanggan di AS,
Jepang, dan Eropa dalam
waktu dekat.
Wednesday, December 29, 2010
'Rumah Robot Pertama Dunia Hadir di Indonesia'
Dunia teknologi di Indonesia akan semakin semarak dengan hadirnya World Robotic Explorer,yang merupakan Rumah Robot pertama dunia,
yang hadir di Indonesia.
Rumah robot ini merupakan sebuah pusat rekreasi pendidikan (edutainment) di Mal Thamrin City, Jakarta.
Kehadiran Rumah Robot ini diresmikan oleh Menteri Riset dan Teknologi Suharna Surapranata, Sabtu,11 Desember 2010. Suharna berharap kehadiran World Robotic Explorer bisa menjadi tempat inovasi,terutama untuk generasi muda."Kunci sukses bersaing di abad 21 adalah inovasi.
Rumah robot akan menjadi tempat yang melahirkan inovasi bagi generasi muda,"
kata Suharna. Kehadiran World Robotic Explorer juga dianggap sebagai rumah robot pertama di dunia.Karena itu Museum Rekor Indonesia (MURI) pun memberikan penghargaan khusus.
"Saya rasa ini merupakan yang pertama tidak hanya di Indonesia. Karena itu MURI memberi penghargaan Rumah Robot Pertama Dunia di Indonesia," kata Jaya Suprana dari MURI.Selain itu hadir pula Bruno Maisonnier dari Nao Foundation, yang memperkenalkan robot bernama Nao. Robot Nao ini dapat diprogram untuk berinteraksi dengan manusia, bahkan dapat berjoget.Dalam kesempatan ini,
Bruno berharap Nao Foundation dapat berpartisipasi dalam mengembangkan dunia robotik di Indonesia.
Salah satunya adalah dalam bidang pendidikan robotik.
"Dunia robotik merupakan petualangan baru abad ke-21.
Banyak kerja yang bisa dilakukan dengan bermacam program. Ini
merupakan investasi yang berharga di masa depan," ucap Bruno.
Robot Mengajar Siswa di Korea Selatan
Sekitar 30
robot mulai mengajar
bahasa Inggris bagi
murid-murid di sebuah
kota di Korea Selatan.
Otoritas pendidikan
mengatakan proyek
percontohan ini
dirancang untuk
membina industri robot.
Salah satu robot,
Engkey, berwarna putih
dan berbentuk seperti
telur. Robot buatan
Korea Institute of
Science of Technology
(KIST) ini akan mulai
'karir' gurunya di
hadapan anak-anak di 21
sekolah dasar yang
terletak di tenggara
Kota Daegu.
Ke-29 robot sisanya,
memiliki tinggi sekitar 1
meter dengan panel
layar televisi di bagian
wajah, akan berkelilling
di seluruh kelas. Mereka
mempunyai kemampuan
untuk berbicara kepada
siswa, membacakan
buku, bahkan berdansa
mengikuti musik. Tapi
gerakannya hanya
terbatas pada kepala
dan lengan.
Selain membaca buku,
robot juga diinput
program untuk
bernyanyi dan
memainkan permainan
alfabet dengan anak-
anak. "Anak-anak
tampak senang karena
penampilan robot ini
memang imut dan
menarik. Mungkin
beberapa orang dewasa
pun berminat," kata
petugas dinas
pendidikan Kota Daegu,
Kim Mi-Young seperti
dilansir dari
news.yahoo.com.
Ditambahkan Kim,
robot-robot ini masih
dalam tahapan uji coba.
Namun, petugas
kemungkinan besar
menimbang untuk
menyewa tenaga para
robot untuk waktu
penuh. Para petugas
pendidik ini berharap
para ilmuwan KIST bisa
meningkatkan kapasitas
para robot sehingga
lebih muda di kontrol.
"Robot di kelas
membuat siswa lebih
atraktif, terutama bagi
yang pemalu dan takut
berbicara kepada guru
manusia," tambah Kim.
Guru-guru para siswalah
yang mengontrol robot-
robot ini. Para guru pun
bisa mendengar dan
melihat siswa melalui
sistem remote control.
Cara kerja robot ini,
kamera akan
mendeteksi ekspresi
wajah guru asal Filipina
dan merefleksikan di
layar wajah robot. Guru-
guru asal Filipina dikenal
berpengalaman dan jauh
lebih murah
dibandingkan guru dari
daerah lain, termasuk
Korea Selatan.
robot mulai mengajar
bahasa Inggris bagi
murid-murid di sebuah
kota di Korea Selatan.
Otoritas pendidikan
mengatakan proyek
percontohan ini
dirancang untuk
membina industri robot.
Salah satu robot,
Engkey, berwarna putih
dan berbentuk seperti
telur. Robot buatan
Korea Institute of
Science of Technology
(KIST) ini akan mulai
'karir' gurunya di
hadapan anak-anak di 21
sekolah dasar yang
terletak di tenggara
Kota Daegu.
Ke-29 robot sisanya,
memiliki tinggi sekitar 1
meter dengan panel
layar televisi di bagian
wajah, akan berkelilling
di seluruh kelas. Mereka
mempunyai kemampuan
untuk berbicara kepada
siswa, membacakan
buku, bahkan berdansa
mengikuti musik. Tapi
gerakannya hanya
terbatas pada kepala
dan lengan.
Selain membaca buku,
robot juga diinput
program untuk
bernyanyi dan
memainkan permainan
alfabet dengan anak-
anak. "Anak-anak
tampak senang karena
penampilan robot ini
memang imut dan
menarik. Mungkin
beberapa orang dewasa
pun berminat," kata
petugas dinas
pendidikan Kota Daegu,
Kim Mi-Young seperti
dilansir dari
news.yahoo.com.
Ditambahkan Kim,
robot-robot ini masih
dalam tahapan uji coba.
Namun, petugas
kemungkinan besar
menimbang untuk
menyewa tenaga para
robot untuk waktu
penuh. Para petugas
pendidik ini berharap
para ilmuwan KIST bisa
meningkatkan kapasitas
para robot sehingga
lebih muda di kontrol.
"Robot di kelas
membuat siswa lebih
atraktif, terutama bagi
yang pemalu dan takut
berbicara kepada guru
manusia," tambah Kim.
Guru-guru para siswalah
yang mengontrol robot-
robot ini. Para guru pun
bisa mendengar dan
melihat siswa melalui
sistem remote control.
Cara kerja robot ini,
kamera akan
mendeteksi ekspresi
wajah guru asal Filipina
dan merefleksikan di
layar wajah robot. Guru-
guru asal Filipina dikenal
berpengalaman dan jauh
lebih murah
dibandingkan guru dari
daerah lain, termasuk
Korea Selatan.
Sunday, December 26, 2010
Meledak,Roket India Saat di Luncurkan
Cobaan
menerpa misi
penjelajahan luar
angkasa India. Sebuah
roket yang membawa
satelit komunikasi,
GSAT-5P meledak
beberapa saat setelah
diluncurkan Sabtu 25
Desember 2010 lalu. Ini
kegagalan kedua bagi
negeri Gandhi itu.
Rekaman televisi
menunjukkan, roket
mengeluarkan asap
pekat dan api sesaat
setelah diluncurkan dari
pusat antariksa
Sriharikota di Andhra,
negara bagian Pradesh.
Roket tersebut
mengalami masalah pad
47 detik setelah lepas
landas. Lalu kehilangan
kendali. Menurut kepala
organisasi penelitian
antariksa India atau
Indian Space Research
Organization (ISRO), K
Radhakrishnan,
kerusakan itu membuat
pesawat mengarah ke
sudut yang lebih tinggi.
"Kondisi ini
menyebabkan tekanan
dan berakhir dengan
kerusakan roket," kata
K Radhakrishnan, seperti
dimuat AP.
April lalu, roket serupa
tercebur ke Teluk
Benggala. Saat itu ISRO,
kecelakaan terjadi
karena pecahnya rotor
dan turbin karena
tekanan yang berlebihan
dan tegangan termal.
Yashpal, seorang
ilmuwan India mengaku
kecewa dengan
kegagalan itu. Tapi, kata
dia, negara lain pun
mengalami hal serupa.
"Saya harap ini
kegagalan terakhir,"
kata dia.
India merencanakan
penerbangan pertama
pesawat berawak ke
luar angkasa pada 2016.
Pada 2008 India telah
meluncurkan satelit ke
Bulan, namun sejak
tahun lalu pesawat itu
terabaikan setelah para
ilmuwan kehilangan
komunikasi dan kendali
atas satelit itu.
India adalah negara
kelima setelah Amerika
Serikat, Rusia, Cina dan
Prancis yang bersiap
memasuki pasar
peluncuran satelit
komersial.
Sejak tahun 1994,
program ruang angkasa
India telah meluncurkan
sejumlah satelit buatan
dalam negeri.
menerpa misi
penjelajahan luar
angkasa India. Sebuah
roket yang membawa
satelit komunikasi,
GSAT-5P meledak
beberapa saat setelah
diluncurkan Sabtu 25
Desember 2010 lalu. Ini
kegagalan kedua bagi
negeri Gandhi itu.
Rekaman televisi
menunjukkan, roket
mengeluarkan asap
pekat dan api sesaat
setelah diluncurkan dari
pusat antariksa
Sriharikota di Andhra,
negara bagian Pradesh.
Roket tersebut
mengalami masalah pad
47 detik setelah lepas
landas. Lalu kehilangan
kendali. Menurut kepala
organisasi penelitian
antariksa India atau
Indian Space Research
Organization (ISRO), K
Radhakrishnan,
kerusakan itu membuat
pesawat mengarah ke
sudut yang lebih tinggi.
"Kondisi ini
menyebabkan tekanan
dan berakhir dengan
kerusakan roket," kata
K Radhakrishnan, seperti
dimuat AP.
April lalu, roket serupa
tercebur ke Teluk
Benggala. Saat itu ISRO,
kecelakaan terjadi
karena pecahnya rotor
dan turbin karena
tekanan yang berlebihan
dan tegangan termal.
Yashpal, seorang
ilmuwan India mengaku
kecewa dengan
kegagalan itu. Tapi, kata
dia, negara lain pun
mengalami hal serupa.
"Saya harap ini
kegagalan terakhir,"
kata dia.
India merencanakan
penerbangan pertama
pesawat berawak ke
luar angkasa pada 2016.
Pada 2008 India telah
meluncurkan satelit ke
Bulan, namun sejak
tahun lalu pesawat itu
terabaikan setelah para
ilmuwan kehilangan
komunikasi dan kendali
atas satelit itu.
India adalah negara
kelima setelah Amerika
Serikat, Rusia, Cina dan
Prancis yang bersiap
memasuki pasar
peluncuran satelit
komersial.
Sejak tahun 1994,
program ruang angkasa
India telah meluncurkan
sejumlah satelit buatan
dalam negeri.
Rusia Akan Bangun Kota Bawah Tanah
Sebuah
perusahaan arsitektur
Rusia memaparkan
rencana detail mereka
untuk membangun
sebuah kawasan yang
disebut sebagai ‘mega
city’ ramah lingkungan.
Kota itu sendiri
rencananya akan
dibangun di bawah
tanah.
Jika tidak ada aral
melintang, kota tersebut
akan dibangun di bekas
sebuah tambang di
kawasan Siberia timur.
Tambang yang
bersangkutan memiliki
diameter lebih dari satu
kilometer dan dengan
kedalaman 550 meter.
Seperti dikutip dari TG
Daily, 17 November 2010,
sebuah kubah kaca akan
dibangun di atas kota
itu. Tujuannya adalah
untuk melindungi
metropolitan bawah
tanah dari musim dingin
yang beku di Siberia
serta suhu yang sangat
tinggi di musim panas.
Kubah kaca yang
dibangun di atasnya juga
disebutkan akan dilapisi
oleh lapisan photovoltaic
cell. Lapisan ini mampu
menyimpan energi
matahari dalam
kuantitas besar.
Pengembangnya
memperkirakan, proyek
kota bawah tanah ini
dapat menampung
hingga 100 ribu orang.
Mereka akan tinggal di
kawasan residensial di
level yang didesain
khusus untuk tempat
tinggal manusia.
Selain kawasan
residensial, ada pula
lantai yang dibangun
khusus untuk
menampung lahan
pertanian vertikal,
hutan, dan zona
rekreasi.
Kota yang
pengerjaannya akan
dilakukan oleh AB Elise,
perusahaan arsitektur
asal Moscow, Rusia itu
diberi nama Eco-city
2020.
perusahaan arsitektur
Rusia memaparkan
rencana detail mereka
untuk membangun
sebuah kawasan yang
disebut sebagai ‘mega
city’ ramah lingkungan.
Kota itu sendiri
rencananya akan
dibangun di bawah
tanah.
Jika tidak ada aral
melintang, kota tersebut
akan dibangun di bekas
sebuah tambang di
kawasan Siberia timur.
Tambang yang
bersangkutan memiliki
diameter lebih dari satu
kilometer dan dengan
kedalaman 550 meter.
Seperti dikutip dari TG
Daily, 17 November 2010,
sebuah kubah kaca akan
dibangun di atas kota
itu. Tujuannya adalah
untuk melindungi
metropolitan bawah
tanah dari musim dingin
yang beku di Siberia
serta suhu yang sangat
tinggi di musim panas.
Kubah kaca yang
dibangun di atasnya juga
disebutkan akan dilapisi
oleh lapisan photovoltaic
cell. Lapisan ini mampu
menyimpan energi
matahari dalam
kuantitas besar.
Pengembangnya
memperkirakan, proyek
kota bawah tanah ini
dapat menampung
hingga 100 ribu orang.
Mereka akan tinggal di
kawasan residensial di
level yang didesain
khusus untuk tempat
tinggal manusia.
Selain kawasan
residensial, ada pula
lantai yang dibangun
khusus untuk
menampung lahan
pertanian vertikal,
hutan, dan zona
rekreasi.
Kota yang
pengerjaannya akan
dilakukan oleh AB Elise,
perusahaan arsitektur
asal Moscow, Rusia itu
diberi nama Eco-city
2020.
MP3 Player Berbahan Bakar Tubuh Manusia
Chih-Wei
Wang dan Shou-His Fu,
desainer asal China
mendesain MP3 player
secara khusus dan unik.
Diberi naman Skinny
Player, pemutar musik
ini tidak perlu
disematkan di baju, ikat
pinggang, atau
dikantungi. Cukup
ditempelkan ke kulit
penggunanya, layaknya
plester pembalut luka.
Kedua desainer itu
mengklaim, MP3 player
yang mereka desain
tidak akan kehilangan
daya rekatnya meski
telah dipasang-copot
sebanyak ratusan kali
dari kulit.
Seperti dikutip dari
Discovery, 3 Desember
2010, selain dapat
ditempel di kulit, MP3
player ini juga tidak
membutuhkan baterai.
Untuk bekerja, Skinny
Player hanya
membutuhkan panas
dari tubuh manusia.
Dari informasi yang
beredar, Skinny Player
hanya memiliki tombol
on/off dan speaker
fleksibel yang bisa
dilekuk sesuai dengan
permukaan tubuh yang
ditempeli MP3 player
tersebut.
Belum diketahui
bagaimana pengguna
dapat mengatur volume
musik yang dihasilkan,
akan tetapi diperkirakan
kapasitas memori yang
digunakan tidaklah
besar. Didesain hanya
untuk menyimpan satu
album musik saja.
Informasi teknis yang
tersedia seputar MP3
player ini dan
bagaimana panas tubuh
bisa dimanfaatkan untuk
memasok daya juga
belum tersedia. Akan
tetapi, ukurannya yang
kecil, fleksibel dan dapat
direkatkan di kulit
membuat Skinny Player
disebut-sebut cocok
digunakan oleh mereka
yang gemar senam atau
lari pagi sambil ditemani
alunan musik.
Wei Wang dan His Fu
juga belum
mengungkapkan kapan
pemutar musik yang
mereka desain akan
tersedia di pasaran.
Akan tetapi, pengamat
menilai, maraknya
informasi yang beredar
seputar perangkat ini,
diperkirakan Skinny
Player akan hadir dalam
waktu dekat.
Wang dan Shou-His Fu,
desainer asal China
mendesain MP3 player
secara khusus dan unik.
Diberi naman Skinny
Player, pemutar musik
ini tidak perlu
disematkan di baju, ikat
pinggang, atau
dikantungi. Cukup
ditempelkan ke kulit
penggunanya, layaknya
plester pembalut luka.
Kedua desainer itu
mengklaim, MP3 player
yang mereka desain
tidak akan kehilangan
daya rekatnya meski
telah dipasang-copot
sebanyak ratusan kali
dari kulit.
Seperti dikutip dari
Discovery, 3 Desember
2010, selain dapat
ditempel di kulit, MP3
player ini juga tidak
membutuhkan baterai.
Untuk bekerja, Skinny
Player hanya
membutuhkan panas
dari tubuh manusia.
Dari informasi yang
beredar, Skinny Player
hanya memiliki tombol
on/off dan speaker
fleksibel yang bisa
dilekuk sesuai dengan
permukaan tubuh yang
ditempeli MP3 player
tersebut.
Belum diketahui
bagaimana pengguna
dapat mengatur volume
musik yang dihasilkan,
akan tetapi diperkirakan
kapasitas memori yang
digunakan tidaklah
besar. Didesain hanya
untuk menyimpan satu
album musik saja.
Informasi teknis yang
tersedia seputar MP3
player ini dan
bagaimana panas tubuh
bisa dimanfaatkan untuk
memasok daya juga
belum tersedia. Akan
tetapi, ukurannya yang
kecil, fleksibel dan dapat
direkatkan di kulit
membuat Skinny Player
disebut-sebut cocok
digunakan oleh mereka
yang gemar senam atau
lari pagi sambil ditemani
alunan musik.
Wei Wang dan His Fu
juga belum
mengungkapkan kapan
pemutar musik yang
mereka desain akan
tersedia di pasaran.
Akan tetapi, pengamat
menilai, maraknya
informasi yang beredar
seputar perangkat ini,
diperkirakan Skinny
Player akan hadir dalam
waktu dekat.
AS Dirikan Tenda Tenaga Surya di Afganistan
Angkatan
Darat Amerika Serikat
telah “menghijaukan”
sejumlah operasi mereka
di berbagai kawasan.
Terakhir, mereka
membangun
perlindungan berbasis
tenaga matahari yang
dipasang langsung di
atas tenda.
Sejumlah perlindungan –
yang terbuat dari
lapisan panel surya tipis
yang fleksibel – telah
diuji coba di beberapa
tempat. Contohnya
seperti pada salah satu
kawasan operasi militer
mereka di Afghanistan.
Tenda-tenda ini didesain
untuk memungkinkan
tim ekspedisi memasang
komputer dan perangkat
militer lainnya tanpa
membutuhkan generator
ataupun bahan bakar.
Langkah ini sekaligus
diharapkan dapat
memenuhi target
Angkatan Darat AS yakni
operasi hemat energi di
2030 mendatang.
Tenda perlindungan
yang digunakan dalam
uji coba adalah Temper
Fly, sebuah struktur
tenda berukuran 5 kali 6
meter yang mampu
menghasilkan listrik
sebesar 800 watt.
Ada juga Quadrant,
varian lebih kecil dari
Temper Fly yang mampu
menghasilkan listrik
sebesar 200 watt.
Sejumlah tenda lain –
disebut Power Shades –
dalam berbagai ukuran
yang mampu
menghasilkan daya
elektrik yang bisa
dipindah-pindah hingga
sebesar 3 kilowatt juga
dipasang.
“Ternyata, daya tahan
yang dimiliki tenda-
tenda itu mencapai titik
di mana kami ingin
memasangnya lebih
banyak di tempat lain, ”
kata Katherine
Hammock, Assistant
Secretary of the Army
for Installations, Energy
and Environment, seperti
dikutip dari TG Daily, 25
Desember 2010.
Darat Amerika Serikat
telah “menghijaukan”
sejumlah operasi mereka
di berbagai kawasan.
Terakhir, mereka
membangun
perlindungan berbasis
tenaga matahari yang
dipasang langsung di
atas tenda.
Sejumlah perlindungan –
yang terbuat dari
lapisan panel surya tipis
yang fleksibel – telah
diuji coba di beberapa
tempat. Contohnya
seperti pada salah satu
kawasan operasi militer
mereka di Afghanistan.
Tenda-tenda ini didesain
untuk memungkinkan
tim ekspedisi memasang
komputer dan perangkat
militer lainnya tanpa
membutuhkan generator
ataupun bahan bakar.
Langkah ini sekaligus
diharapkan dapat
memenuhi target
Angkatan Darat AS yakni
operasi hemat energi di
2030 mendatang.
Tenda perlindungan
yang digunakan dalam
uji coba adalah Temper
Fly, sebuah struktur
tenda berukuran 5 kali 6
meter yang mampu
menghasilkan listrik
sebesar 800 watt.
Ada juga Quadrant,
varian lebih kecil dari
Temper Fly yang mampu
menghasilkan listrik
sebesar 200 watt.
Sejumlah tenda lain –
disebut Power Shades –
dalam berbagai ukuran
yang mampu
menghasilkan daya
elektrik yang bisa
dipindah-pindah hingga
sebesar 3 kilowatt juga
dipasang.
“Ternyata, daya tahan
yang dimiliki tenda-
tenda itu mencapai titik
di mana kami ingin
memasangnya lebih
banyak di tempat lain, ”
kata Katherine
Hammock, Assistant
Secretary of the Army
for Installations, Energy
and Environment, seperti
dikutip dari TG Daily, 25
Desember 2010.
Saturday, December 25, 2010
'iPhone'Raksasa Hebohkan Stasiun Kereta
Para
penumpang yang menyambangi
stasiun kereta St Pancras
International di London, Inggris,
dikejutkan dengan penampakan
sebuah sosok besar yang mirip
iPhone raksasa.
Kehadiran 'iPhone' berukuran besar
ini tentu memiliki maksud. Yakni
terkait dengan aktivitas promosi
game 'Lara Croft Guardian of light
yang' kini sudah bisa diunduh di
Apple App Store.
Butuh 56 unit iPad untuk
menciptakan kreasi ini. Tablet PC
tersebut kemudian disambungkan
ke dalam satu layar tampilan
sehingga seolah-olah itu
merupakan iPhone raksasa.
Kehadiran gadget ini memang
dalam suasana yang kurang tepat
lantaran London saat ini tengah
dinaungi salju tebal. Pun demikian,
setidaknya 'iPhone' raksasa ini
cukup memberikan hiburan
tersendiri bagi sejumlah
penumpang yang tengah
kedinginan menanti antrean.
penumpang yang menyambangi
stasiun kereta St Pancras
International di London, Inggris,
dikejutkan dengan penampakan
sebuah sosok besar yang mirip
iPhone raksasa.
Kehadiran 'iPhone' berukuran besar
ini tentu memiliki maksud. Yakni
terkait dengan aktivitas promosi
game 'Lara Croft Guardian of light
yang' kini sudah bisa diunduh di
Apple App Store.
Butuh 56 unit iPad untuk
menciptakan kreasi ini. Tablet PC
tersebut kemudian disambungkan
ke dalam satu layar tampilan
sehingga seolah-olah itu
merupakan iPhone raksasa.
Kehadiran gadget ini memang
dalam suasana yang kurang tepat
lantaran London saat ini tengah
dinaungi salju tebal. Pun demikian,
setidaknya 'iPhone' raksasa ini
cukup memberikan hiburan
tersendiri bagi sejumlah
penumpang yang tengah
kedinginan menanti antrean.
Subscribe to:
Posts (Atom)