Showing posts with label Teknologi. Show all posts
Showing posts with label Teknologi. Show all posts

Thursday, January 27, 2011

Luar Biasa.Ponsel Android Akan Dikirim Keluar Angkasa

Peneliti asal University of Surrey, Inggris, bekerjasama dengan Surrey Satellite Technology Ltd, sebuah perusahaan pembuat satelit berusaha mengembangkan satelit mini yang disebut STRaND-1 (Surrey Training Research and Nanosatellite Demonstrator). Ini satelit mini yang menggunakan komponen yang umum dipasang di smartphone. “Jika smartphone terbukti bisa bekerja di luar angkasa, maka akan terbuka jalan terhadap hadirnya banyak teknologi baru, ” kata Chris Bridges, ketua tim peneliti STRaND-1, seperti diktip dari Space, 26 Januari 2011. Bagi banyak orang atau perusahaan bergerak di bidang-bidang yang terkait angkasa luar, kata Bridges, teknologi ini memungkinkan mereka untuk tetap berkomunikasi dengan biaya yang lebih terjangkau. Menurut para peneliti, dengan bobot kurang dari empat kilogram, harga komponen- komponen smartphone itu kurang dari US$476 atau Rp4,28 juta. Adapun ongkos pembuatannya menjadi satelit lebih murah dari harga sebuah mobil. “Seluruh proyek, termasuk biaya produksi dan peluncurannya ke luar angkasa nantinya, diperkirakan ada di bawah US$397 ribu atau Rp3,5 miliar, ” ucap Bridges. Tim pengembang STRaND-1 menyebutkan, smartphone cocok untuk teknologi satelit karena ia mendukung GPS, kamera video, sensor dan WiFi. “Ponsel luar angkasa” itu akan menggunakan sistem operasi Android, namun peneliti tidak mengungkapkan komponen milik ponsel apa yang mereka gunakan di satelit STRaND-1. Dari sisi software, aplikasi penerbangan telah diinstalasikan di telepon itu untuk memungkinkannya mengawasi navigasi dan sistem kontrol, bahkan dorongan plasma saat ia dilontarkan ke luar angkasa. Meski demikian, ponsel Android itu masih tetap perlu dimodifikasi. Pasalnya, ponsel yang ada saat ini tidak didesain untuk dikirim ke luar angkasa. Peneliti masih harus banyak melakukan uji coba fungsionalitas sampai ponsel bisa dipakai di luar angkasa.

Tuesday, January 25, 2011

Proyek Rahasia Inggris: Baju Perang 'Cair'

Sebuah temuan baru revolusioner dalam dunia militer sedang dikembangkan di Inggris. Bentuknya, baju perang antipeluru canggih yang diharapkan bisa menyelamatkan jiwa para serdadu di medang perang. Bukan baju perang biasa, alih-alih dibuat dari material padat, ini terbuat dari sejenis cairan. Para ilmuwan telah menciptakan zat sangat rahasia yang mampu menyerap kekuatan tembakan lawan atau pecahan peluru. Zat ini akan menebal dan mengeras saat peluru menyentuh sasaran. Para pejabat pertahanan Inggris meyakini, baju ini akan lebih ringan, fleksibel, dan menawarkan perlindungan yang lebih besar untuk prajurit di medan perang. "Baju perang cair" berteknologi tinggi ini dipamerkan dalam sebuah konferensi militer di London, berdampingan dengan berbagai gadget ala James Bond. Apa bedanya dengan baju perang biasa? Para peneliti telah memasukkan formula futuristik, cairan yang bisa menebal, di antara lembaran Kevlar -- serat fiber sintetis bahan rompi antipeluru yang kekuatannya lima kali lipat dari baja -- untuk menghasilkan baju perang super. Meski disebut cair, molekul rahasia yang dikembangkan ilmuwan berbentuk mirip custard, semacam puding, yang relatif solid dan lebih tebal dari cairan biasa. Dengan bahan ini, para ahli militer mengatakan, berat baju perang yang dihasilkan hanya setengah dari berat rompi antipeluru biasa, yang memungkinkan para prajurit melakukan manuver lebih bebas. Saat ini prajurit mengenakan pelindung tubuh berat yang terbuat dari piring keramik dan lapisan Kevlar. Selain berat, baju itu tentu saja tak nyaman di zona perang panas seperti Afghanistan yang bisa mencapai 50 derajat Celcius. Teknologi ini dikembangkan oleh tim ilmuwan dan perusahaan peralatan keamanan BAe System di Filton, Bristol. Para ilmuwan menguji kedigdayaan material itu dengan cara menembakkan peluru dari pistol kaliber 9 milimeter ke 31 lapis Kevlar, dibandingkan dengan 10 lapis Kevlar yang dikombinasikan dengan zat super itu. Hasilnya, saat baju pelindung cair terkena proyektil, dampak itu disebar di wilayah yang lebih luas. Ini akan mengurangi kemungkinan tentara terluka atau terbunuh oleh kekuatan tembakan peluru karena tidak terkonsentrasi pada satu wilayah kecil. Sementara, baju pelindung tradisional memiliki efek samping: menyebabkan memar, tulang rusuk retak, dan bahkan kerusakan organ dalam. BAE Systems akan mengembangkan baju perng canggih ini sehingga bisa menahan kekuatan senjata yang lebih berat, termasuk senapan serbu AK47 digunakan oleh Taliban. Perusahaan pembuatnya yakin tentara bisa menggunakan rompi pelindung baru dalam dua tahun. "Ada cukup banyak modal dari Departemen Pertahanan. Kami harap ini segera bisa dipakai serdadu di garis depan," kata Nick Haigh, juru bicara BAe Systems, seperti dimuat Daily Mail, 13 Januari 2011. "Rompi pelindung tradisional Kevlar sangat efektif tetapi terlalu berat dan besar. Jika kita mampu mengurangi beban berat bagi tentara, kerja mereka akan lebih efektif. "

Sunday, January 16, 2011

2015,Mobil Jepang Pakai Bahan Bakar Hidrogen

Tiga raksasa produsen mobil asal Jepang, termasuk Toyota, Honda, dan Nissan, bekerja sama dengan sejumlah perusahaan energi ternama di Negeri Sakura untuk mendorong produksi mobil-mobil berbahan bakar hidrogen yang ramah lingkungan. Tak sebatas produksi mobil, konsorsium perusahaan yang menandatangani kerja sama tersebut juga berencana untuk membangun stasiun pengisian bahan bakar hidrogen di wilayah Jepang. Diketahui sekitar 10 perusahaan energi, termasuk perusahaan penyuling gas alam dan distributor, akan membangun sekitar 100 stasiun pengisian bahan bakar pada 2015 di Tokyo, Nagoya, Osaka, dan Fukuoka. Seperti dikutip dari France24, konsorsium 10 perusahaan itu dalam pernyataan tertulisnya, Jumat 14 Januari 2011, menyebutkan bahwa ketiga produsen mobil Jepang akan mulai memproduksi mobil- mobil baru yang dilengkapi dengan Fuel Cell Vehicles (FCVs) tahun ini. Untuk diketahui, FCVs merupakan teknologi terobosan untuk mengkonversi hidrogen menjadi arus listrik dan tidak membuat polusi dalam bentuk apa pun selain uap air. "Raksasa produsen mobil di Jepang akan terus berupaya mengurangi biaya pembuatan sistem untuk memulai FCVs sebelum nanti dipasarkan di Jepang, terutama di empat wilayah metropolitan utama, pada tahun 2015," tulis mereka melalui keterangan yang sama. Dengan tujuan mengurangi jumlah karbon dioksida (CO2) secara signifikan, yang dihasilkan sektor transportasi, para produsen dan pemasok bahan bakar hidrogen bekerja sama untuk memperluas sosialisasi FCVs dan mendorong pasokan hidrogen ke seluruh Jepang. Sayangnya, perusahaan- perusahaan yang terlibat masih enggan membuka mulut seputar investasi proyek jangka panjang ini. Meski kendaraan berbasis listrik seperti Nissan Leaf atau Toyota Prius sempat menjadi sorotan baru-baru ini, mobil dengan sel bahan bakar tetap menjadi alternatif yang lebih kuat. Namun, mahalnya ongkos produksi dan tidak bisa diperbaruinya sumber daya alam untuk bahan bakar menjadi kendala mendasar. Toyota merupakan pelopor pertama di dunia yang menciptakan mobil hibrida dengan mengkombinasikan sumber daya bensin dan motor listrik. Perusahaan tersebut telah mengutarakan rencananya untuk merilis mobil berbahan bakar hidrogen pada 2015. Sementara Honda, di tahun 2008, mulai memasarkan sekitar 200 unit FCX Clarity, mobil berbasis yang disewakan pada pelanggan di AS, Jepang, dan Eropa dalam waktu dekat.

Wednesday, December 29, 2010

'Rumah Robot Pertama Dunia Hadir di Indonesia'

Dunia teknologi di Indonesia akan semakin semarak dengan hadirnya World Robotic Explorer,yang merupakan Rumah Robot pertama dunia, yang hadir di Indonesia. Rumah robot ini merupakan sebuah pusat rekreasi pendidikan (edutainment) di Mal Thamrin City, Jakarta. Kehadiran Rumah Robot ini diresmikan oleh Menteri Riset dan Teknologi Suharna Surapranata, Sabtu,11 Desember 2010. Suharna berharap kehadiran World Robotic Explorer bisa menjadi tempat inovasi,terutama untuk generasi muda."Kunci sukses bersaing di abad 21 adalah inovasi. Rumah robot akan menjadi tempat yang melahirkan inovasi bagi generasi muda," kata Suharna. Kehadiran World Robotic Explorer juga dianggap sebagai rumah robot pertama di dunia.Karena itu Museum Rekor Indonesia (MURI) pun memberikan penghargaan khusus. "Saya rasa ini merupakan yang pertama tidak hanya di Indonesia. Karena itu MURI memberi penghargaan Rumah Robot Pertama Dunia di Indonesia," kata Jaya Suprana dari MURI.Selain itu hadir pula Bruno Maisonnier dari Nao Foundation, yang memperkenalkan robot bernama Nao. Robot Nao ini dapat diprogram untuk berinteraksi dengan manusia, bahkan dapat berjoget.Dalam kesempatan ini, Bruno berharap Nao Foundation dapat berpartisipasi dalam mengembangkan dunia robotik di Indonesia. Salah satunya adalah dalam bidang pendidikan robotik. "Dunia robotik merupakan petualangan baru abad ke-21. Banyak kerja yang bisa dilakukan dengan bermacam program. Ini merupakan investasi yang berharga di masa depan," ucap Bruno.

Robot Mengajar Siswa di Korea Selatan

Sekitar 30
robot mulai mengajar
bahasa Inggris bagi
murid-murid di sebuah
kota di Korea Selatan.
Otoritas pendidikan
mengatakan proyek
percontohan ini
dirancang untuk
membina industri robot.
Salah satu robot,
Engkey, berwarna putih
dan berbentuk seperti
telur. Robot buatan
Korea Institute of
Science of Technology
(KIST) ini akan mulai
'karir' gurunya di
hadapan anak-anak di 21
sekolah dasar yang
terletak di tenggara
Kota Daegu.
Ke-29 robot sisanya,
memiliki tinggi sekitar 1
meter dengan panel
layar televisi di bagian
wajah, akan berkelilling
di seluruh kelas. Mereka
mempunyai kemampuan
untuk berbicara kepada
siswa, membacakan
buku, bahkan berdansa
mengikuti musik. Tapi
gerakannya hanya
terbatas pada kepala
dan lengan.
Selain membaca buku,
robot juga diinput
program untuk
bernyanyi dan
memainkan permainan
alfabet dengan anak-
anak. "Anak-anak
tampak senang karena
penampilan robot ini
memang imut dan
menarik. Mungkin
beberapa orang dewasa
pun berminat," kata
petugas dinas
pendidikan Kota Daegu,
Kim Mi-Young seperti
dilansir dari
news.yahoo.com.
Ditambahkan Kim,
robot-robot ini masih
dalam tahapan uji coba.
Namun, petugas
kemungkinan besar
menimbang untuk
menyewa tenaga para
robot untuk waktu
penuh. Para petugas
pendidik ini berharap
para ilmuwan KIST bisa
meningkatkan kapasitas
para robot sehingga
lebih muda di kontrol.
"Robot di kelas
membuat siswa lebih
atraktif, terutama bagi
yang pemalu dan takut
berbicara kepada guru
manusia," tambah Kim.
Guru-guru para siswalah
yang mengontrol robot-
robot ini. Para guru pun
bisa mendengar dan
melihat siswa melalui
sistem remote control.
Cara kerja robot ini,
kamera akan
mendeteksi ekspresi
wajah guru asal Filipina
dan merefleksikan di
layar wajah robot. Guru-
guru asal Filipina dikenal
berpengalaman dan jauh
lebih murah
dibandingkan guru dari
daerah lain, termasuk
Korea Selatan.

Sunday, December 26, 2010

Meledak,Roket India Saat di Luncurkan

Cobaan
menerpa misi
penjelajahan luar
angkasa India. Sebuah
roket yang membawa
satelit komunikasi,
GSAT-5P meledak
beberapa saat setelah
diluncurkan Sabtu 25
Desember 2010 lalu. Ini
kegagalan kedua bagi
negeri Gandhi itu.
Rekaman televisi
menunjukkan, roket
mengeluarkan asap
pekat dan api sesaat
setelah diluncurkan dari
pusat antariksa
Sriharikota di Andhra,
negara bagian Pradesh.
Roket tersebut
mengalami masalah pad
47 detik setelah lepas
landas. Lalu kehilangan
kendali. Menurut kepala
organisasi penelitian
antariksa India atau
Indian Space Research
Organization (ISRO), K
Radhakrishnan,
kerusakan itu membuat
pesawat mengarah ke
sudut yang lebih tinggi.
"Kondisi ini
menyebabkan tekanan
dan berakhir dengan
kerusakan roket," kata
K Radhakrishnan, seperti
dimuat AP.
April lalu, roket serupa
tercebur ke Teluk
Benggala. Saat itu ISRO,
kecelakaan terjadi
karena pecahnya rotor
dan turbin karena
tekanan yang berlebihan
dan tegangan termal.
Yashpal, seorang
ilmuwan India mengaku
kecewa dengan
kegagalan itu. Tapi, kata
dia, negara lain pun
mengalami hal serupa.
"Saya harap ini
kegagalan terakhir,"
kata dia.
India merencanakan
penerbangan pertama
pesawat berawak ke
luar angkasa pada 2016.
Pada 2008 India telah
meluncurkan satelit ke
Bulan, namun sejak
tahun lalu pesawat itu
terabaikan setelah para
ilmuwan kehilangan
komunikasi dan kendali
atas satelit itu.
India adalah negara
kelima setelah Amerika
Serikat, Rusia, Cina dan
Prancis yang bersiap
memasuki pasar
peluncuran satelit
komersial.
Sejak tahun 1994,
program ruang angkasa
India telah meluncurkan
sejumlah satelit buatan
dalam negeri.

Rusia Akan Bangun Kota Bawah Tanah

Sebuah
perusahaan arsitektur
Rusia memaparkan
rencana detail mereka
untuk membangun
sebuah kawasan yang
disebut sebagai ‘mega
city’ ramah lingkungan.
Kota itu sendiri
rencananya akan
dibangun di bawah
tanah.
Jika tidak ada aral
melintang, kota tersebut
akan dibangun di bekas
sebuah tambang di
kawasan Siberia timur.
Tambang yang
bersangkutan memiliki
diameter lebih dari satu
kilometer dan dengan
kedalaman 550 meter.
Seperti dikutip dari TG
Daily, 17 November 2010,
sebuah kubah kaca akan
dibangun di atas kota
itu. Tujuannya adalah
untuk melindungi
metropolitan bawah
tanah dari musim dingin
yang beku di Siberia
serta suhu yang sangat
tinggi di musim panas.
Kubah kaca yang
dibangun di atasnya juga
disebutkan akan dilapisi
oleh lapisan photovoltaic
cell. Lapisan ini mampu
menyimpan energi
matahari dalam
kuantitas besar.
Pengembangnya
memperkirakan, proyek
kota bawah tanah ini
dapat menampung
hingga 100 ribu orang.
Mereka akan tinggal di
kawasan residensial di
level yang didesain
khusus untuk tempat
tinggal manusia.
Selain kawasan
residensial, ada pula
lantai yang dibangun
khusus untuk
menampung lahan
pertanian vertikal,
hutan, dan zona
rekreasi.
Kota yang
pengerjaannya akan
dilakukan oleh AB Elise,
perusahaan arsitektur
asal Moscow, Rusia itu
diberi nama Eco-city
2020.

MP3 Player Berbahan Bakar Tubuh Manusia

Chih-Wei
Wang dan Shou-His Fu,
desainer asal China
mendesain MP3 player
secara khusus dan unik.
Diberi naman Skinny
Player, pemutar musik
ini tidak perlu
disematkan di baju, ikat
pinggang, atau
dikantungi. Cukup
ditempelkan ke kulit
penggunanya, layaknya
plester pembalut luka.
Kedua desainer itu
mengklaim, MP3 player
yang mereka desain
tidak akan kehilangan
daya rekatnya meski
telah dipasang-copot
sebanyak ratusan kali
dari kulit.
Seperti dikutip dari
Discovery, 3 Desember
2010, selain dapat
ditempel di kulit, MP3
player ini juga tidak
membutuhkan baterai.
Untuk bekerja, Skinny
Player hanya
membutuhkan panas
dari tubuh manusia.
Dari informasi yang
beredar, Skinny Player
hanya memiliki tombol
on/off dan speaker
fleksibel yang bisa
dilekuk sesuai dengan
permukaan tubuh yang
ditempeli MP3 player
tersebut.
Belum diketahui
bagaimana pengguna
dapat mengatur volume
musik yang dihasilkan,
akan tetapi diperkirakan
kapasitas memori yang
digunakan tidaklah
besar. Didesain hanya
untuk menyimpan satu
album musik saja.
Informasi teknis yang
tersedia seputar MP3
player ini dan
bagaimana panas tubuh
bisa dimanfaatkan untuk
memasok daya juga
belum tersedia. Akan
tetapi, ukurannya yang
kecil, fleksibel dan dapat
direkatkan di kulit
membuat Skinny Player
disebut-sebut cocok
digunakan oleh mereka
yang gemar senam atau
lari pagi sambil ditemani
alunan musik.
Wei Wang dan His Fu
juga belum
mengungkapkan kapan
pemutar musik yang
mereka desain akan
tersedia di pasaran.
Akan tetapi, pengamat
menilai, maraknya
informasi yang beredar
seputar perangkat ini,
diperkirakan Skinny
Player akan hadir dalam
waktu dekat.

AS Dirikan Tenda Tenaga Surya di Afganistan

Angkatan
Darat Amerika Serikat
telah “menghijaukan”
sejumlah operasi mereka
di berbagai kawasan.
Terakhir, mereka
membangun
perlindungan berbasis
tenaga matahari yang
dipasang langsung di
atas tenda.
Sejumlah perlindungan –
yang terbuat dari
lapisan panel surya tipis
yang fleksibel – telah
diuji coba di beberapa
tempat. Contohnya
seperti pada salah satu
kawasan operasi militer
mereka di Afghanistan.
Tenda-tenda ini didesain
untuk memungkinkan
tim ekspedisi memasang
komputer dan perangkat
militer lainnya tanpa
membutuhkan generator
ataupun bahan bakar.
Langkah ini sekaligus
diharapkan dapat
memenuhi target
Angkatan Darat AS yakni
operasi hemat energi di
2030 mendatang.
Tenda perlindungan
yang digunakan dalam
uji coba adalah Temper
Fly, sebuah struktur
tenda berukuran 5 kali 6
meter yang mampu
menghasilkan listrik
sebesar 800 watt.
Ada juga Quadrant,
varian lebih kecil dari
Temper Fly yang mampu
menghasilkan listrik
sebesar 200 watt.
Sejumlah tenda lain –
disebut Power Shades –
dalam berbagai ukuran
yang mampu
menghasilkan daya
elektrik yang bisa
dipindah-pindah hingga
sebesar 3 kilowatt juga
dipasang.
“Ternyata, daya tahan
yang dimiliki tenda-
tenda itu mencapai titik
di mana kami ingin
memasangnya lebih
banyak di tempat lain, ”
kata Katherine
Hammock, Assistant
Secretary of the Army
for Installations, Energy
and Environment, seperti
dikutip dari TG Daily, 25
Desember 2010.

Saturday, December 25, 2010

'iPhone'Raksasa Hebohkan Stasiun Kereta

Para
penumpang yang menyambangi
stasiun kereta St Pancras
International di London, Inggris,
dikejutkan dengan penampakan
sebuah sosok besar yang mirip
iPhone raksasa.
Kehadiran 'iPhone' berukuran besar
ini tentu memiliki maksud. Yakni
terkait dengan aktivitas promosi
game 'Lara Croft Guardian of light
yang' kini sudah bisa diunduh di
Apple App Store.
Butuh 56 unit iPad untuk
menciptakan kreasi ini. Tablet PC
tersebut kemudian disambungkan
ke dalam satu layar tampilan
sehingga seolah-olah itu
merupakan iPhone raksasa.
Kehadiran gadget ini memang
dalam suasana yang kurang tepat
lantaran London saat ini tengah
dinaungi salju tebal. Pun demikian,
setidaknya 'iPhone' raksasa ini
cukup memberikan hiburan
tersendiri bagi sejumlah
penumpang yang tengah
kedinginan menanti antrean.